May 9, 2021 By paris-cloud.com 0

Kebutuhan Mendesak Pelatihan Kelangsungan Hidup Laut Dengan Sertifikasi BNSP di Indonesia

Latar Belakang

Sebagai salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di dunia (No. 22 dengan 833.667 barel per hari menurut Wikipedia), Indonesia memiliki salah satu jumlah tenaga kerja terbesar di sektor minyak dan gas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa pada tahun 2013 terdapat 288.442 jumlah pekerja migas di seluruh Indonesia. Selama 4 tahun terakhir, jumlahnya meningkat drastis.

Sementara data yang sama tahun 2015 menyebutkan jumlah pekerja di hulu sebanyak 31.742 pekerja di seluruh Indonesia. Angka ini muncul dari data tahun 2006 yang menyebutkan 21.835 orang bekerja di hulu.

Bapak Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas saat diliput oleh AntaraNews.com menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir jumlah tenaga kerja Indonesia di industri hulu migas mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan kegiatan operasional yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. . Sebaliknya, jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di industri ini cenderung tidak meningkat meskipun banyak proyek besar sedang berlangsung.

Banyak orang yang pergi ke lepas pantai ini, membutuhkan pelatihan bertahan hidup di laut.

Tentang Pelatihan Kelangsungan Hidup Laut

Bagi pekerja lepas pantai, pelatihan survival laut wajib bagi pekerja yang ingin bekerja di daerah lepas pantai. Ini adalah bagian dari pelatihan pekerja lepas pantai wajib yang diwajibkan oleh setiap perusahaan minyak dan gas serta kontraktor dan subkontraktornya.

Menurut MarineInsight.com, Setiap pekerjaan yang mengharuskan pekerjanya menghabiskan waktu tertentu di area tertentu yang tidak nyaman mengharuskan pekerjanya untuk menjalani beberapa tes dan kursus. Kursus-kursus ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pekerja mampu beradaptasi dengan keadaan yang lebih baru. Untuk bekerja di daerah lepas pantai, kursus bertahan hidup di lepas pantai adalah wajib bagi para pekerja yang ingin bekerja di daerah lepas pantai.

Daerah lepas pantai, secara sederhana berarti laut lepas dan samudra dalam. Kondisi kerja di daerah ini berbahaya karena kondisi cuaca seperti badai dan angin kencang yang sering terjadi, arus dan pasang surut yang selalu berubah dan ekosistem laut yang berbahaya bagi manusia. Selain itu, karena bekerja di daerah lepas pantai berarti bekerja secara eksklusif pada proses pengeboran minyak dan rig minyak, menjadi sangat relevan bahwa para pekerja menjalani kursus bertahan hidup lepas pantai dan pelatihan bertahan hidup lepas pantai.

Jika kursus pelatihan bertahan hidup yang tepat tidak dilakukan oleh para pekerja maka mereka tidak hanya akan mengalami kerugian karena kurangnya adaptasi tetapi juga perusahaan pengeboran minyak harus sering berganti pekerja yang menyebabkan kerugian baik sumber daya manusia maupun sumber daya manusia. investasi keuangan.

Validitas pelatihan bertahan hidup lepas pantai tersebut sampai dengan jangka waktu empat tahun setelah pekerja harus memberikan sertifikasi tersebut lagi. Perlu dicatat bahwa biaya untuk kursus bertahan hidup di lepas pantai tergantung pada kursus dan perusahaan tempat seseorang mengambil kursus tersebut. Namun, biayanya tidak terlalu mahal dan periode pelatihan berkisar antara tiga hingga empat hari.

Dengan banyaknya pelatihan dan kursus yang diberikan untuk keselamatan dan kesejahteraan para pekerja, dapat dikatakan bahwa bahaya pengeboran minyak lepas pantai cukup diminimalkan karena kesadaran dan pengetahuan yang sedang diciptakan.

Jadi ya, sama seperti negara lain, pekerja lepas pantai Indonesia diharuskan mengikuti pelatihan survival laut sebelum mereka berangkat ke lepas pantai.

Tentang Sertifikat BNSP / BNSP

Sertifikasi BNSP merupakan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh negara melalui BNSP.

BNSP adalah lembaga independen berbentuk pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Badan ini bekerja untuk memastikan kualitas kompetensi dan pengakuan ketenagakerjaan di semua sektor bidang profesional di Indonesia melalui proses sertifikasi.

BNSP juga telah melakukan beberapa Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Negara ASEAN lainnya. MRA ini akan memastikan sertifikat BNSP dapat diterima di Negara ASEAN lainnya juga sebagai implementasi MEA di indonesia.

Sertifikat BNSP akan membantu pekerja Hulu Migas Indonesia untuk lebih kompetitif di pasar ASEAN. Mereka juga akan memiliki lebih banyak peluang di negara tetangga.

Artinya, kebutuhan Sea Survival Sertifikasi BNSP hampir mencapai puncaknya menjadi kebutuhan.

Begitu,

Semoga segera ada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk kelangsungan hidup laut di bidang Migas dengan sertifikat BNSP (Sea Survival Sertifikasi BNSP). Semoga banyak orang yang berkompeten bergerak untuk menjadikan Indonesia lebih baik.